About

AS benar-benar meluncurkan paket sanksi baru bernama Operation Economic Outcast

 




AS benar-benar meluncurkan paket sanksi baru bernama Operation Economic Outcast, tetapi belum langsung menjatuhkan sanksi menyeluruh kepada semua negara yang berdagang dengan Iran. Tahap awal lebih berupa perluasan kewenangan, penetapan target langsung, dan ultimatum sebelum sanksi sekunder diperketat.

Isi pengumuman

  • OFAC menetapkan hampir 60 perusahaan, individu, dan kapal yang terkait jaringan minyak, armada bayangan, pengadaan teknologi nuklir/rudal, serta operasi siber Iran.
  • Risiko sanksi sekunder diperluas ke lima sektor: aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
  • Perusahaan atau bank asing yang membantu pencucian uang dan penghindaran sanksi Iran dapat diputus dari sistem keuangan dan dolar AS.
  • Beberapa izin umum untuk remitansi tertentu serta akses budaya dan akademik Iran ditangguhkan.
  • AS juga memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak mengikuti tuntutan Iran di Selat Hormuz.
  • Cabang-cabang Bank Melli di luar Iran diminta ditutup. Negara-negara terkait akan diberi tenggat, tetapi tenggatnya belum diumumkan kepada publik. U.S. Treasury—pengumuman resmi dan pidato Scott Bessent.

Hal penting yang perlu dipahami

Headline “economic D-Day” terdengar sangat agresif, tetapi AS belum langsung menghukum seluruh mitra dagang Iran seperti China, Turki, atau Rusia. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan negara-negara tersebut masih diberi kesempatan menghentikan aktivitas terkait Iran. Nama negara dan jadwal penindakan belum dijelaskan. Jadi, tekanan terbesar kemungkinan muncul bertahap melalui bank, kapal, perusahaan logistik, dan pembeli minyak. AP News.

Iran bereaksi keras dan mengancam negara yang membantu penerapan sanksi. China juga menolak sanksi sepihak AS. Risiko utamanya sekarang bukan hanya paket sanksinya, melainkan kemungkinan balasan Iran terhadap kapal atau aliran energi melalui Selat Hormuz.

Reaksi pasar

  • Dolar AS menguat moderat; indeks dolar naik sekitar 0,17% ke 98,99 setelah pengumuman. Reuters.
  • Rial Iran menyentuh rekor terendah sekitar 2,02 juta rial per dolar.
  • Harga minyak justru turun setelah pengumuman. Ini menunjukkan pasar menilai tindakan langsungnya belum sekeras ancaman sebelumnya; risiko lonjakan minyak tetap bergantung pada balasan Iran.

Dampak terhadap AUD/USD

Bias jangka pendek menjadi sedikit negatif dan volatil untuk AUD/USD karena ketegangan geopolitik mendorong permintaan terhadap USD sebagai aset aman.

Skenarionya:

  • Jika Iran membalas atau mengganggu pelayaran Hormuz: USD berpotensi menguat dan AUD/USD dapat menguji 0,7140, kemudian 0,7113.
  • Jika tidak ada eskalasi dan penerapan sanksi berlangsung bertahap: tekanan USD bisa mereda dan AUD/USD berpeluang kembali menguji 0,7173–0,7183.
  • Penembusan bersih di bawah 0,7140 memperkuat koreksi. Sebaliknya, bertahan di atas 0,7183 akan menghidupkan kembali tren bullish.

Kesimpulannya, pengumuman tadi negatif ringan untuk AUD/USD, tetapi ancaman terbesar belum terjadi. Pasar kini menunggu target bank berikutnya, tenggat sanksi sekunder, serta respons Iran di Selat Hormuz.







AS benar-benar meluncurkan paket sanksi baru bernama Operation Economic Outcast AS benar-benar meluncurkan paket sanksi baru bernama Operation Economic Outcast Reviewed by MEDIA WONGPASAR on 05.36 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Entri yang Diunggulkan

E-BOOK FOREX : FOREX COBRA SYSTEM

Zaisya.com - Ada satu system yang menarik sebagai acuan untuk meningkatkan potensi trading para sobat blogger, system ini lebih dikenal de...

About

Diberdayakan oleh Blogger.